17 Maret 2016, 46 hari setelah kepergianmu kau kembali sayang ...
Kau lengkungkan bibirku untuk tersenyum dengan wajah berseri tanpa beban yang sudah 46 hari tidak nampak di wajahku... Aku datang dengan berbelas kasih kepadamu, aku tahu orang-orang memakiku, mengatakan bahwa aku adalah wanita terbodoh yang mengemis cinta pada lelaki setelah 3 kali disakiti. Namun ini persoalan rasa, sayang,.. Kau mengatakan ya, kita coba namun kau pinta aku menjadi dewasa.. aku mencobanya ... Air mata harus kutelan dan kadang kala harus menjadi sayur yang membasahi nasiku yang kering. Kau memintaku untuk tidak alay, baik aku akan kutinggalkan puisi-puisiku agar aku tak lagi terlalu bergantung pada keindahan aksara dan puisi. yang sejatinya adalah semestanya luka.
Namun hari ini 20 Maret, 3 hari sebelum hari bahagiaku tak ada kabar dari mu. tak ada 1 pun pesan yang kau jawab ... Kau tahu sayang, aku merindukanmu, membutuhkanmu, ingin mendengar suaramu... aku rindu ayahku dan aku ingin bersandar di bahumu seperti sesosok anak kecil yg bersandar melepas lelah di pundak ayahnya.. Tapi kau tak ada kabar. 17 Maret aku telah menjilat ludahku sendiri, itu karena cintaku padamu ... 17 Maret aku mempermalukan diriku sendiri di hadapan orang banyak... Itu karena sayangku yang tak ada habisnya ... 17 Maret kuhilangkan siriq yang sudah mengalir di darahku, itu karena dirimu.,, Saat ini aku bahkan tak tahu apa kau kembali karena masih ada rasa di hati, atau sebatas belas kasih melihatku memelas di hadapanmu. .
Aku akan mengikuti arus yang kau alirkan,
kau acuh aku akan tetap ada...
Kau tak peduli aku akan tetap peduli
Kau benci aku tetap sayang
Kau mendua aku tetap setia
Kau marah aku akan tetap sabar
Kau meminta aku akan tetap memberi
Kau menikam akan kucabut tikamanmu
Kau melukai aku akan mengobati luka
Namun ada saatnya aku akan lelah, saat aku lelah aku akan berusaha untuk tak pernah lelah mencintaimu dan terus mencintaimu kekasihku...
Namun jika kau sendiri yang memintaku pergi, aku akan pergi.
Aku tidak akan lagi memaksamu yang kedua kali untuk mencintaiku yang kelima kalinya. Benar-benar akan kutinggalkan semuan tentangmu. Meski harus mengalirkan begitu banyak air mata dan kembali menikam rinduku setiap kali ia datang. Malam ini kurasa kau akan segera memintaku pergi, entah itu esok atau lusa.
Ia, aku tidak akan memaksamu mencintaiku lagi.
Aku tak ingin menjilat ludahku untuk yang kedua kalinya.
Karena mencintai tanpa dicintai adalah lembah luka ...
Beranda Posko P2K,
20 Maret 2016
Minggu, 20 Maret 2016
Masih Tentangmu RIP ...
Senin, 29 Februari 2016
Perlahan
Tidak ada puisi. Kau sudah tahu saya menyesal dan ingin kau pulang. Tapi sudah tak bisa, kau sudah tak ingin maka pergilah .... Perlahan namun pasti saya akan benar2 bisa pergi. Yang kau perlu tahu hingga hari ke-27 ini saya masih rindu dan masih cinta. Pergilah...
Sabtu, 27 Februari 2016
Kisah p2k 1 minggu pertama
Hahaha mungkin sangat konyol untuk menceritakan ini, tp siang ini sy punya cerita lucu. saya yg pada dasarnya pendiam jika bertemu dengan orang2 baru dan pemalu katanya. hahah siang ini kite makan bersama nah gue yg lagi baper d kamar keluar mau ambik makan, dengan pedenya ambil gelas trus jongkok mau ambil nasi ehhh tempat nasinya sudah kosong meskimpun lauknya banyak, tp yah seperti itulah. hahahhaa akhirnya dengan alasan tdk enak badan sy masuk ke kamar meppokong. hahahahha
Maaf aku masih rindu
26 hari kepergianmu yang nampaknya tak akan kembali aku masih membelai rindu. Sudah kupinta ia untuk pergi, sudah kutampar ia, sudah kutikam ia. namun tak bisa. Terlanjur sempurna cintaku kepadamu. ... R I P
Senin, 15 Februari 2016
Sempat masih rindu "Ratna Nanna Muslim"
Ada rindu ketika kau terbang ke purnama, membawa tawa dan candamu jauh meninggalkanku Aku dahulu merangkulmu kau dahulu merangkulku, masihkah ada cerita tentang tetes keringat yang pernah kau korbankan untuk satu hembusan nafasku ? Aku hanya sebuah nama, namun aku merindu Aku mati namun kau memberikanku jantung,
aku tak ada namun kau membuatku ada
Bersamaku kau pernah bersahabat dengan hujan, terik, dan malam Namun semuanya kini memudar
aku hanya sebuah nama yang merindukan kau kembali berlari merindukan petikan gitarmu, merindukan suara merdumu merindukan gemulai jarimu merindukan sajak- sajakmu. dan semua tentangmu ......
Angin pernah berbisik bahwa waktu telah menghapusku
masa telah menghisap darahku yang mengalir di nadimu
Aku masih hidup , aku bernafs. aku mengalir di nadi mereka yang mencintaiku mereka ada ketika aku sendiri mereka ada ketika jiwaku menangis
Mereka ada ketika aku merindu tanpa mereka tahu bahwa sesungguhnya aku merindukan dirimu
Di ingatanku masih ada wajahmu, di telingaku masih tedengar lengking suaramu,
bagaimana bisa kau pergi sedangkan dahulu di sini ada celoteh ? bagaimana bisa kau tak kembali sedangkan aku menunggu kedatanganmu membawaku membumbung tinggi ke angkasa sperti kata lagumu kala itu.
Sempat di hatimu masih ada rindu, sempat di jiwamu masih ada rindu, kembalilah... ada banyak yg ingin kusampaikan pada jiwamu yang telah pergi.
Kembalilah ...
Hadiah milad ke-4 Bengkel Seni BASSI
~Sempat Masih Rindu~
Minggu, 07 Februari 2016
Biarlah luka ...
Harus kuakui bahwa aku harus kembali menelan rindu dan air mataku untuk ketiga kalinya karenamu.Aku hanya merasa sangat yakin bahwa di sana kau baik-baik saja dengan cinta yang telah kau pilih. Tanpa secuil pun memikirkan luka yang telah kau semai dalam kehidupanku, Kau akan mengatakan betapa bodohnya aku masih mengingatmu. Kau akan mengatakan betapa gilanya aku, yang masih mampu menulis sajak yang mungkin kau baca dengan tawa bahagia di bibir dustamu. Inilah caraku mrngenang kemudian melupakanmu. Aksara adalah sahabat terbaikku. Biarlah, tak mengapa. Sisakan saja aku sedikit senyum dustamu, hingga ujung kerinduanku remukkan rasa ini dan ujung senyummu mulai kumusnahkan. Biarkan aku membuka sendiri jahitan lukaku di sini, luka dan air mataku akan kering dengan sendirinya, tak usah kau risau, berbahagialah dengan cinta kedua, ketiga, dan kesekianmu. Semoga ada kasih yang melebihi kasih dari pemilik luka.
00.15
8 Februari 2015
Pergilah
Siang tadi aku melalui jalan kenangan bersamamu, berusaha kututup mata namun hatiku mampu merasakan kenanganmu di sana ... Sejak hari itu 1 Februari aku benci pada hempasan padi yang hijau. Aku tak akan berdusta bahwa kebahagiaanku adalah ketika mampu menikmati keindahan alam sambil mengangkat kedua tanganku kemudian merasakan angin yang selalu berhembus mesra. Namun hari ini ketika kulalui lagi jalan itu tak sekalipun aku menoleh pada hamparan hijau padi yang lembut menyapa karena di sanalah wajahmu terbayang. Masih kuingat hari itu ketika aku berada di balik tubuhmu dan sesekali menoleh, kemudian kutatap mesra kedua bola matamu yang nyatanya penuh dusta. Andai kau membaca ini, bolehkah aku meminta 1 hal ? ajari aku cara melupakanmu seperti caramu melupakanku, ajari aku lagi dari kenyataan bahwa kau bukan lagi milikku saat kutemukan satu sisi lain di hatimu, tapi kumohon jangan ajari aku berdusta dan berkhianat agar tak ada lagi hati yang terluka cukuplah diriku saja. biarkan saja rasaku berlalu dengan sendirinya. Biarkan aku bahagia, biarkan aku sendiri tanpa kehadiran kenangan. datanglah jemput bayangan dan kenanganmu dariku, jangan pernah kembali lagi.
Kamar duka, 7 Februari 2016