Senin, 15 Februari 2016

Sempat masih rindu "Ratna Nanna Muslim"

Ada rindu ketika kau terbang ke purnama,                                                     membawa tawa dan candamu jauh meninggalkanku                                             Aku dahulu merangkulmu kau dahulu merangkulku, masihkah ada cerita tentang tetes keringat yang pernah kau korbankan untuk satu hembusan nafasku ? Aku hanya sebuah nama, namun aku merindu                Aku mati namun kau memberikanku jantung, 

aku tak ada namun kau membuatku ada                                                                             

 Bersamaku kau pernah bersahabat dengan hujan, terik, dan malam             Namun semuanya kini memudar                                                                                 

aku hanya sebuah nama  yang merindukan kau kembali berlari                                 merindukan petikan gitarmu,      merindukan suara merdumu                          merindukan gemulai jarimu                    merindukan sajak- sajakmu.                     dan semua tentangmu ......                               

Angin pernah berbisik bahwa waktu telah menghapusku                                     

masa telah menghisap darahku yang mengalir di nadimu                                    

 Aku masih hidup , aku bernafs.               aku mengalir di nadi mereka yang mencintaiku                                                      mereka ada ketika aku sendiri                      mereka ada ketika jiwaku menangis

Mereka ada ketika aku merindu                     tanpa mereka tahu bahwa sesungguhnya aku merindukan dirimu  

Di ingatanku masih ada wajahmu, di telingaku masih tedengar lengking suaramu, 

bagaimana bisa kau pergi sedangkan dahulu di sini ada celoteh ?         bagaimana bisa kau tak kembali sedangkan aku menunggu kedatanganmu membawaku membumbung tinggi ke angkasa sperti kata lagumu kala itu.    

Sempat di hatimu masih ada rindu, sempat di jiwamu masih ada rindu, kembalilah... ada banyak yg ingin kusampaikan pada jiwamu yang telah pergi. 

Kembalilah ...
        Hadiah milad ke-4 Bengkel Seni BASSI
                     ~Sempat Masih Rindu~

Minggu, 07 Februari 2016

Biarlah luka ...

Harus kuakui bahwa aku harus kembali menelan rindu dan air mataku untuk ketiga kalinya karenamu.Aku hanya merasa sangat yakin bahwa di sana kau baik-baik saja dengan cinta yang telah kau pilih.  Tanpa secuil pun memikirkan luka yang telah kau semai dalam kehidupanku, Kau akan mengatakan betapa bodohnya aku masih mengingatmu. Kau akan mengatakan betapa gilanya aku, yang masih mampu menulis sajak yang mungkin kau baca dengan tawa bahagia di bibir dustamu. Inilah caraku mrngenang kemudian melupakanmu. Aksara adalah sahabat terbaikku.  Biarlah, tak mengapa. Sisakan saja aku sedikit senyum dustamu, hingga ujung kerinduanku remukkan rasa ini dan ujung senyummu mulai kumusnahkan. Biarkan aku membuka sendiri jahitan lukaku di sini, luka dan air mataku akan kering dengan sendirinya, tak usah kau risau, berbahagialah dengan cinta kedua, ketiga, dan kesekianmu. Semoga ada kasih yang melebihi kasih dari pemilik luka.
00.15
8 Februari 2015

Pergilah

Siang tadi aku melalui jalan kenangan bersamamu, berusaha kututup mata namun hatiku mampu merasakan kenanganmu di sana ... Sejak hari itu 1 Februari aku benci pada hempasan padi yang hijau. Aku tak akan berdusta bahwa kebahagiaanku adalah ketika mampu menikmati keindahan alam sambil mengangkat kedua tanganku kemudian merasakan angin yang selalu berhembus mesra. Namun hari ini ketika kulalui lagi jalan itu tak sekalipun aku menoleh pada hamparan hijau padi yang lembut menyapa karena di sanalah wajahmu terbayang. Masih kuingat hari itu ketika aku berada di balik tubuhmu dan sesekali menoleh, kemudian kutatap mesra kedua bola matamu yang nyatanya penuh dusta. Andai kau membaca ini, bolehkah aku meminta 1 hal ? ajari aku cara melupakanmu seperti caramu melupakanku, ajari aku lagi dari kenyataan bahwa kau bukan lagi milikku saat kutemukan satu sisi lain di hatimu, tapi kumohon jangan ajari aku berdusta dan berkhianat agar tak ada lagi hati yang terluka cukuplah diriku saja.  biarkan saja rasaku berlalu dengan sendirinya. Biarkan aku bahagia, biarkan aku sendiri tanpa kehadiran kenangan. datanglah jemput bayangan dan kenanganmu dariku, jangan pernah kembali lagi.
Kamar duka, 7 Februari 2016

Senja

Sore ini kudatangi senja yang tepat 6 hari lalu memerhatikan tingkah kita sesaat sebelum berpisah. Mungkin sore ini dia menertawaiku karena ia tahu betul bagaimana aku menangis dalam perjalanan di balik tubuhmu, sedangkan rindu masih mengayun di pikiranku. Sesungguhnya berkali2 telah kutikam rasaku agar tak merindu namun bayangmu tetap saja menghampiri. Bagaimana bisa aku masih merindu ? Sedangkan sembilu yang kau tancapkan begitu dalam hingga menerobos tubuhku. Mantra apa yang telah kau bisikkan kepada Tuhan hingga dalam keadaan seluka ini aku masih merindu. Banyak cara yang telah kulakukan agar bisa berpindah dari hatimu yang terus berdusta, namun belum bisa. Hari itu terlalu bahagia untuk berakhir air mata. Bagaimana kau bisa mengatakan cinta sedangkan di hatimu ada wanita lain ? Sungguh aku nelangsa setangah mati karena luka yang kau berikan.
    Multimedia, 7 Februari 2015
Bersama lukaku mencintamu ...

Kamis, 21 Januari 2016

Dulu....

Tak usahlah kau berkoar - koar lagi tentang cinta
Nyatanya dahulu kau kembali datang kepadaku memohon cinta
Setelah segala hianat yang kau tikam tepat di jantungku diam diam
Sore ini gerimis kembali menepis air mata
Mengapa ? Karena sungguh kesempurnaan cintaku hadir tanpa kuminta
Aku cinta kepadamu karena waktu
namun kau malah menikam cinta
Aku merindu
Ah mungkin kau tak rindu
Aku merindu
Mungkin kau tak merasa
Mungkin kau lupa bagaimana rayumu membuatku kembali ... Dulu.. Sebelum kau kembali menoreh luka ....

Selasa, 12 Januari 2016

Bengkel Seni BASSI

Assalamualaikum Wr.Wb. Pasti banyak di antara teman2 yang bertanya apasih BASSI itu ? Bassi merupakan sebuah lembaga seni yang berada di bawah naungan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar.  Bengkel Seni Bassi merupakan sebuah wadah untuk seluruh mahasiswa dan mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk belajar, mendalami sastra, bergelut dengan dunia kesenian, mencari pengalaman, dan segalanyalah. Yang saya sendiri sudah 3 tahun menjadi bagian dari BASSI merasakan dan mendapatkan pengalaman luar biasa selama bergabung. Awalnya saya hanya bisa membaca puisi itu pun karena diajari oleh senior2 saya d sana, tp Alhamdulillah 3 tahun berproses setidaknya dari keempat lingkar sedikit2 sya bisa. Persaudaraan yang luar biasa mmbuat kami sllu bahagia, mau sedih, galau, gak makan seharian, kami sllu trtawa karena bersama mereka mendengar canda gurau mereka saja sudah sangat bahagia. Ini saya posting beberapa foto kebersamaan kami, kegiatan2 kami, dan jalan2 kami. hhehee  smoga nanti kalian bisa gabung juga yah :)
Bengkel Seni BASSI ada, bukan mengada-ada. :)

Rindu

Andai saja ketika aku rindu engkau pun merasakan  rindu
mungkin aku tak akan segagap ini untuk menulis sebait pesan untukmu
Andai saja ketika kumengingat manis senyummu malam itu kau pun mengingat rona bahagia yang terpancar di wajahku
Aku tak akan seragu ini menuliskan sajak-sajak padamu
Andai saja aku tak berhenti menyebut namamu dalam doaku
Mungkin kau akan kembali lagi
Kau sudah menjadi seorang Ali, Maka ajarilah aku menjadi Fatimahmu
Engkau sudah menjadi Zainuddinku, maka ajari aku menjadi Hayati yang setia
Engkau seorang lelaki dengan dua kecupan sajadah di keningmu,
Bimbinglah aku menjadi wanitamu yang akan menyempurnakan agamaku. Karena sesungguhnya dibalik diam, dan setiap hembusan nafasku aku resah menunggu harapan yang sesungguhnya telah kulabuhkan pada dirimu ...